Showing posts with label garbagepreneur. Show all posts
Showing posts with label garbagepreneur. Show all posts

Tuesday, January 13, 2015

Garbagepreneurship di Universitas Gunadarma

Kamis, 8 Januari 2015. Event pertama Garbagepreneurship Komunitas WPL di tahun 2015 berlangsung di Universitas Gunadarma. Bertempat di Ruang 462, Kampus D, Margonda, Depok.

Seminar dan Workshop yang menggugah semangat generasi muda untuk mengerahkan kreativitasnya untuk turut memelihara kelestarian lingkungan yang menyenangkan dan berkesinambungan. Acara juga dihadiri oleh Bang Imam Sammiaji, selaku Abang Lingkungan Hidup Depok 2014 dan dimoderatori oleh mbak Cassandra Gitaputri, selaku Finalis Mpok Depok 2014.

Acara disusun sedemikian rupa oleh panitia sehingga dapat menginspirasi para peserta untuk menerapkan semua hal yang dibicarakan dalam kehidupan keseharian. Run down acara dimulai dengan pembukaan oleh ketua BEM Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, kemudian presentasi dari salah satu sponsor, talkshow & seminar, selingan hiburan dari Glanze Band dan workshop pembuatan produk kreatif dengan trainer ibu-ibu ‘Iburatu Recycle’ Bank Sampah WPL.

Friday, February 7, 2014

Garbagepreneurship

Kuliah Rekayasa dan Kewirausahaan pada tanggal 27 Oktober lalu, diisi oleh seorang alumni Fakultas Teknik yang berhasil mengajak masyarakat untuk meberdayakan sampah yang ada di lingkungannya. Beliau mengaku dirinya sebagai seorang garbagepreneur dan juga sebagai penasihat Bank Sampah WPL. Beliau adalah Baron Noorwendo, seorang pria kelahiran Jakarta pada 14 Juli 1969. Beliau telah menikah dan memiliki enam orang anak.

Tuesday, October 1, 2013

Atasi Masalah Sampah Dengan Pilah Kelola Sampah

Sampah masih menjadi masalah tersendiri di kota Depok.  Pilah kelola sampah dari sisa rumah tangga merupakan salah satu alternatif  efektif untuk menangani sampah. Selain menjaga kebersihan, memilah sampah juga dapat meraih keuntungan secara ekonomi.

Baron Noorwendo, The Garbagepreneur dari Bank Sampah WPL Depok  mengatakan, pengelolaan sampah diawali dari kepedulian setiap orang untuk menanganinya dengan benar sejak dari sumbernya.


“Kurangi volume sampah dengan memilah menjadi tiga bagian: plastik, kertas dan sisa makanan,” ujarnya kepada depoknews.com.

Lebih lanjut Baron mengatakan, untuk meningkatkan nilai ekonomi pada sampah dan mempermudah kegiatan penanganan sampah dibutuhkan cara untuk menanganinya.  Menurutnya, dengan di setiap rumah menyediakan tiga kotak sampah yang bertuliskan  “Plastik”,”Kertas dan Kaleng”, “Sisa Makanan” akan mempermudah untuk memisahkan sampah organik dan non organik.