Thursday, April 25, 2013

Pengelolaan Sampah Secara Mandiri dan Praktis di Rumah dan di Tempat Kerja


Latar Belakang

Setiap orang setiap hari menghasilkan sampah dalam berbagai aktivitasnya. Secara tidak disadari, sampah terus terbuang dan tidak pernah terpikirkan untuk mengelolanya agar dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Pengelolaan sampah di lingkungan sekitar kita memerlukan kepedulian yang didukung manajemen dan teknologi yang sederhana dan tepat guna.


Pengelolaan sampah diawali dari kepedulian setiap orang untuk menanganinya dengan benar sejak dari sumbernya. Merubah pola pikir dan membangun kesadaran memerlukan waktu dan keseriusan secara konsisten. Dimulai dari penyampaian informasi tentang manfaat sampah, penempatan alat-alat peraga hingga pada penerapan undang-undang serta peraturan yang menetapkan hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat dan pemerintah.

Manajemen sederhana dibutuhkan dalam memilah sampah sehingga dapat memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Barang-barang yang awalnya dianggap tidak bernilai akan dapat memiliki nilai tambah ekonomi yang tinggi karena penanganan yang benar. Dengan sebuah sistem manajemen yang benar, pengelolaan sampah akan dapat dijalankan secara mandiri dan praktis.

Untuk meningkatkan nilai ekonomi pada sampah dan mempermudah kegiatan penanganan sampah, diperlukan teknologi yang tepat guna. Penggunaan kembali sampah untuk fungsi yang lain maupun penggunaan kembali sebagai bahan baku atau penggunaan lain dalam bentuk karya ekonomi kreatif akan dapat dikembangkan dengan dukungan teknologi. Dalam pengolahan sampah organik, teknologi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas kerja bakteri pengurai.

Membangun kepedulian dalam pengelolaan sampah

Untuk membangun kepedulian terhadap sampah, memerlukan tahapan yang berjalan secara terus-menerus, yakni:
  1. Penyampaian informasi tentang manfaat sampah.
  2. Memperkenalkan cara yang praktis untuk membangun siklus manfaat sampah.
  3. Mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang sesuai dengan lingkungannya secara detail lengkap dengan instruksi-instruksi yang praktis.
  4. Membangun sarana yang memudahkan setiap orang ikut serta dalam sistem pengelolaan sampah.
Penyampaian informasi tentang sampah dapat dilakukan dengan berbagai cara dan memanfaatkan berbagai media yang tersedia. Pendekatan dapat dilakukan dengan cara praktis maupun ilmiah. Semua sarana yang tersedia juga dapat dimanfaatkan untuk mengkampanyekan manfaat sampah.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menyampaikan informasi tentang manfaat sampah:
  1. Pelatihan dan workshop tentang pemanfaatan sampah.
  2. Kunjungan ke lokasi yang telah dapat memanfaatkan sampah.
  3. Membuat alat peraga on line maupun off line yang dapat memberikan informasi tentang manfaat sampah.
  4. Membuat event yang dapat menunjukkan manfaat sampah secara praktis dan efisien.
  5. Dll
Siklus manfaat sampah adalah sebuah aliran siklus yang kita bangun agar pengelolaan sampah dapat dirasakan manfaatnya dalam waktu yang relatif singkat. Di beberapa negara yang sudah baik sistem pengelolaan sampahnya, siklus ini dibangun oleh pihak pemerintah, sehingga masyarakatnya tinggal mengikuti proses yang telah disediakan.
Di Indonesia, –  yang pemerintahnya belum dapat membangun siklus tersebut –  kita sebagai anggota masyarakat memiliki peluang untuk membangun siklus manfaat sampah sebanyak mungkin, sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada dilingkungann. Di samping peluang sosial, pembangunan siklus manfaat ini juga menjanjikan peluang ekonomi serta peluang inovasi teknologi dan kreativitas.
Sistem pengelolaan sampah yang sesuai dengan lingkungan dapat kita bangun dan kembangkan di tempat tinggal maupun di tempat kerja kita. Dalam Peraturan Pemerintah no 81 tahun 2013, mengamanatkan bahwa setiap pengelola kawasan perumahan, hiburan, industri maupun sosial wajib membuat sistem pengelolaan sampah di lingkungannya secara mandiri. Dalam membangun sistem pengelolaan sampah, beberapa hal berikut harus disusun sebagai pedoman dalam langkah realisasinya kelak, antara lain:
  1. Batasan wilayah dan komunitas pengelola sampah.
  2. Tujuan umum pengelolaan sampah.
  3. Sasaran-sasaran yang diingin dicapai.
  4. Struktur organisasi pengelola sampah.
  5. Hak dan kewajiban anggota komunitas.
  6. Panduan pengelolaan sampah.
  7. Instruksi pengelolaan sampah.
  8. Dokumen pengelolaan sampah.
  9. Evaluasi dan pelaporan.
Berbagai sarana dan prasarana pendukung disediakan agar mempermudah setiap orang, baik anggota komunitas maupun bukan, untuk ikut serta mendukung dan menghidupkan sistem yang kita bangun.
Sarana yang perlu disediakan antara lain:
  1. Sarana edukasi masalah pemilahan sampah. Dapat berupa brosur, poster, buku saku, leaflet dan lain-lain.
  2. Instruksi pengelolaan sampah dari sumbernya. Dapat berupa diagram alir, foto atau gambar karikatur yang menunjukkan cara mengelola sampah yang benar dan praktis.
  3. Sarana penampungan sampah terpilah yangmudah dikenali, mudah dijangkau dan mudah digunakan, dilengkapi dengan informasi dan instruksi yang mudah dipahami dan diikuti.
  4. Alat peraga yang dapat menunjukkan evaluasi dan progres keberhasilan pengelolaan sampah. Seperti, berapa banyak pengurangan volume sampah yang harus dibuang ke TPA, berapa banyak dana yang dihasilkan, berapa banyak sampah yang dapat digunakan kembali dan lain-lain.
  5. Peragaan atas dokumentasi kegiatan pengelolaan sampah yang dapat menggugah semangat anggota untuk terus meningkatkan keikutsertaannya.

Manajemen penanganan sampah

Sampah akan dapat dimanfaatkan secara optimal jika dilakukan pemilahan sejak dari awal. Selanjutnya penanganan sampah yang tepat akan memberikan nilai tambah yang maksimal. Penanganan sampah sejak dari sumbernya merupakan awal pengelolaan sampah yang benar. Manajemen diperlukan dalam memastikan bahwa sampah yang kita hasilkan ditangani dengan benar sejak dari awal hingga akhir. Manajemen penanganan sampah meliputi:
  1. Penanganan semua jenis sampah yang ada di sebuah kawasan.
  2. Metode dan sarana yang efektif dalam memilah sampah sejak dari awal.
  3. Metode penanganan dan teknologi pengelolaan yang digunakan.
  4. Pengembangan siklus manfaat sampah.
Secara umum, sampah di sebuah kawasan dapat dibagi menjadi sampah organik dan non organik. Akan tetapi, komposisi volume sampah dapat berbeda-beda di setiap bagian kawasan tersebut. Di bagian dapur atau tempat makan, misalnya, volume sampah organik pasti lebih dominan dibandingkan dengan sampah non organik. Di perkantoran dan pertokoan akan terjadi sebaliknya, sampah non organiklah yang lebih dominan. Di antara sampah non organik, unsur sampah plastik, dewasa ini lebih dominan dibandingkan dengan jenis sampah lainnya. Sedangkan untuk rumah tangga dan kawasan perbelanjaan, sampah organik merupakan unsur yang dominan.
Dengan pemahanan dan penguasaan kawasan, maka penanganan sampah sesuai dengan jenis dan volumenya akan dapat dilakukan secara efektif. Efektivitas pemilahan sampah merupakan kunci bagi kita untuk mendapatkan kualitas sampah yang baik untuk diproses berikutnya.
Dengan manajemen penanganan sampah yang tepat, kita juga dapat membangun kehidupan lingkungan yang lebih sehat dan kehidupan sosial yang lebih bermartabat.

Teknologi pengelolaan dan pengolahan sampah

Pengelolaan sampah berhubungan dengan sampah non organik, sedangkan pengolahan sampah berhubungan dengan sampah organik.
Sampah non organik memiliki pilihan pengolahan yang lebih banyak dibandingkan dengan sampah organik, untuk itu diperlukan upaya pengelolaan yang efektif dalam memilah dan memilih berbagai jenis sampah non organik sebelum kita dapat mengolahnya. Secara umum, ada empat keluaran yang dapat dihasilkan dari pengelolaan sampah non organik, yakni:
  1. Industri kreatif.
  2. Bahan baku industri daur ulang.
  3. Pusat pendidikan dan pelatihan.
  4. Tujuan wisata kreatif.
Untuk sampah non organik, teknologi kreatif memegang peranan sangat penting didukung oleh teknologi material dan proses. Dengan pendekatan teknologi yang tepat, semakin banyak sampah non organik yang digunakan kembali menjadi produk-produk yang bermanfaat.
Untuk sampah organik, diperlukan teknologi untuk mengendalikan proses pembusukan sampah agar berjalan secara efektif, efisien dan praktis.

Demikianlah, jika kepedulian mendorong upaya penanganan sampah yang memanfaatkan kemajuan teknologi dapat kita sinergikan, maka kita akan dapat membangun kehidupan lingkungan dan kondisi sosial yang lebih bermartabat di masa depan.

Depok, 16 April 2013

Baron Noorwendo
Bank Sampah WPL Depok
Jl. Makam no 96, Kp. Pitara RT 01/13, Pancoran Mas, Kota Depok 16436
HP 0811891238
pin bb 31373267
whatsapp 02191182035
fb Baron Noorwendo
fb Dsampah Depok
email: baron.nwd@gmail.com