Tuesday, January 13, 2015

Garbagepreneurship di Universitas Gunadarma

Kamis, 8 Januari 2015. Event pertama Garbagepreneurship Komunitas WPL di tahun 2015 berlangsung di Universitas Gunadarma. Bertempat di Ruang 462, Kampus D, Margonda, Depok.

Seminar dan Workshop yang menggugah semangat generasi muda untuk mengerahkan kreativitasnya untuk turut memelihara kelestarian lingkungan yang menyenangkan dan berkesinambungan. Acara juga dihadiri oleh Bang Imam Sammiaji, selaku Abang Lingkungan Hidup Depok 2014 dan dimoderatori oleh mbak Cassandra Gitaputri, selaku Finalis Mpok Depok 2014.

Acara disusun sedemikian rupa oleh panitia sehingga dapat menginspirasi para peserta untuk menerapkan semua hal yang dibicarakan dalam kehidupan keseharian. Run down acara dimulai dengan pembukaan oleh ketua BEM Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, kemudian presentasi dari salah satu sponsor, talkshow & seminar, selingan hiburan dari Glanze Band dan workshop pembuatan produk kreatif dengan trainer ibu-ibu ‘Iburatu Recycle’ Bank Sampah WPL.


Seminar dibuka dengan talkshow yang mengupas beberapa poin penting berkaitan dengan lingkungan hidup dan upaya pengelolaan sampah di Kota Depok. Dengan model presentasi ini, antusiasme peserta untuk mengeksplorasi materi menjadi lebih besar, terbukti dengan banyaknya peserta yang ingin mengajukan pertanyaan. Sayangnya, karena keterbatasan waktu, tidak semua peserta bisa diakomodasi untuk mengajukan pertanyaan.

Di lima belas menit terakhir sesi seminar, kami berkesempatan mempresentasikan materi Garbagepreneurship. Menyampaikan ide Garbagepreneurship kepada anak-anak muda merupakan kesempatan untuk mentransfer ide kepada generasi yang enerjik dan kreatif. Merekalah yang dapat mengoptimalkan ide dan menerapkannya di masa-masa emas mereka.

Secara bertahap, kami menyampaikan persoalan pengelolaan bumi yang meliputi People, Planet dan Profit. Persoalan manusia secara individu maupun masyarakat terletak pada kebutuhan pengembangan potensi lokal yang berkesinambungan dalam memelihara komitmen dan menghasilkan manfaat ekonomi. Persoalan bumi terletak pada menumbuhkan kesadaran bersama semua penduduk bumi untuk mencegah kerusakan akibat sikap abai terhadap pengelolaan sampah. Persoalan profit terletak kepada kreativitas yang dapat menggerakkan manusia secara bersama-sama untuk mendesain dan menghidupkan siklus manfaat sampah.

Pengelolaan sampah di lingkungan memerlukan kepedulian dan keterlibatan mayoritas warga. Karena memang semua orang pasti menghasilkan sampah. Dengan indeks timbulan sampah 0,8 kg per orang per hari, maka persoalan pengelolaan sampah menjadi tantangan besar bagi anak-anak muda kreatif. Kita perlu membangun kegiatan-kegiatan kreatif yang dapat menyampaikan ide dan konsep sederhana untuk mengajak semakin banyak warga mau memilah sampahnya sendiri. Kita perlu membangun program-program yang dapat menunjukkan manfaat sampah bagi masyarakat dan lingkungan jika ditangani dengan benar. Kita juga perlu membangun network yang dapat mendukung keseluruhan program pengelolaan sampah di lingkungan.

Di antara alternatif bentuk penanganan sampah secara kreatif ialah dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku. Secara umum, saat ini marak di berbagai kota, sampah non organik diperlakukan sebagai komoditas yang bisa ditabung di Bank Sampah. Selain itu, sampah non organik juga dapat diperlakukan sebagai bahan baku pembuatan produk kreatif.

Di Bank Sampah WPL yang merupakan program Garbagepreneurship dari Komunitas WPL, sampah dan barang bekas yang terpilah diberikan nilai tambah dengan cara memanfaatkan hasil penjualannya menjadi program-program yang bermanfaat di masyarakat dan lingkungan. Program di Bank Sampah WPL meliputi:
  •  Industri kreatif berbahan baku sampah ‘Iburatu Recycle’.
  • Tabungan Sampah.
  •  Hibah Barang Bekas (Hi Brankas...!).
  •   Mikro Kredit dari Sampah (Rokets).
  •  Asuransi Jiwa dari Tabungan Sampah.
  • Pusat Pelatihan.
  • Pengolahan Sampah Organik Skala Rumah Tangga.
  •  Wisata Kreatif.
  • Toko ‘Serba Sampah’. *)
  •  Merchandise
  •  Kampanye di Media Sosial

Pada sesi kedua, dilakukan workshop membuat produk dari sampah plastik kemasan. Workshop ini dipandu oleh ibu Halimah, ibu Susinarsih dan ibu Hikmawati dari Komunitas WPL. Sebanyak 20 peserta dari mahasiswa Universitas Gunadarma mengikuti workshop ini dengan gembira.

#sampahjadikeren