Saturday, November 2, 2013

Produk Bank Sampah Pitara Bernilai Jual Tinggi

Bank Sampah Warga Peduli Lingkungan (WPL) di Pitara, Pancoran Mas sudah menghasilkan berbagai produk yang dibuat dari sampah. Industri ini mampu memotivasi masyarakat untuk memilah sampah sehingga mampu menciptakan produk dengan nilai jual tinggi.

Pencetus utama Centra Industri Kreatif Baron mengungkapkan bahwa industri ini memiliki potensi yang luar biasa. “Industri yang dimulai pada tahun 2009 ini mampu meningkatkan perekononian, sosial, serta mampu mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat tinggi. Sehingga mereka mampu menghasilkan uang dari sampah yang didapat,” jelasnya.

Dalam prosesnya, sampah yang didapat akan dipilah terlebih dahulu. Untuk sampah kemasan yang terbuat dari plastik, direndam menggunakan detergen selama dua sampai tiga hari. Setelah itu dikeringkan. Hasil yang sudah didapat dari pengrajin diantaranya tas berukuran kecil dan besar, tempat pensil, hingga replika kendaraan.

Kelompok usaha bersama ini dijalankan oleh warga sekitar di lingkungan RT 01 RW 13 Kampung Pitara, Pancoran Mas. Selain itu ada juga peserta dari luar kampung. Kedepannya, pencetus utama dari WPL berusaha merangkul dan mengajak lebih banyak lagi warga dari wilayah yang lebih luas.

“Melihat semakin berkembangnya industri ini, serta mengingat banyaknya pesanan dari berbagai pihak, kami akan mengajak masyarakat di wilayah lain untuk ikut serta dalam pengolahan sampah ini. Sehingga permasalahan mengenai sampah sedikit demi sedikit dapat terselesaikan,” tambah Baron.

Dalam penjualannya, pihak pembuat berhak mendapatkan 70 persen uang dari hasil penjualan. Untuk 30 persennya digunakan untuk membeli bahan lainnya dalam proses pembuatan.

Baron berharap, industri yang digagasnya ini diharapkan mampu memikat lebih banyak kalangan lagi. “Saya akan mensosialisasikan pengolahan sampah ini hingga ke luar lingkungan tempat tinggal agar banyak masyarakat turut berperan. Karena sudah banyak warga yang menjadi motivator dan pembicara di universitas-universitas ternama. Mereka yang menjadi pembicara tersebut memiliki latar belakang pendidikan rendah. Namun berkat keahliannya, mampu mengajarkan orang yang memiliki pendidikan tinggi,” tutupnya.

Sumber : depok.go.id