Wednesday, March 11, 2015

Garbagepreneur Mengunjungi MyDarling dan Berjumpa Rajanesik: Momen Khusus Garbagepreneur di Bulan Februari 2015

Garbagepreneur Mengunjungi MyDarling, Sabtu, 14 Februari 2015
Di antara sesama aktivis peduli sampah, tidak mengenal kata bersaing. Di antara kami hanya ada kesamaan dalam visi dan keinginan untuk kolaborasi. Walaupun lokasi dan bentuk aktivitas kami berbeda-beda tidak menghalangi kami untuk saling mengenal dan bersilaturrahim. Kami juga saling menghormati kelebihan masing-masing. Saat berjumpa, tidak ada aroma merasa lebih dibanding yang lain. Kami lebih banyak bertukar pengalaman dan berbagi cerita heboh. Selain pertukaran ilmu dan informasi, pertemuan seperti ini memperkuat motivasi kami masing-masing.

Persoalan sampah lebih banyak terletak pada mindset dan perilaku manusia, maka pendekatan untuk penyelesaian masalah ini tidak dapat hanya dilakukan dari satu sisi, melainkan harus dilakukan dari berbagai sisi. Pendekatan yang terbaik adalah yang paling dekat potensi dan kebutuhan di lokasi tertentu. Inilah yang kami upayakan di lingkungan kami masing-masing.



Upaya membangun mindset dan perilaku memilah sampah melalui program lingkungan merupakan upaya yang berlangsung terus-menerus. Dibutuhkan ketahanan dan konsistensi untuk menjalani upaya ini. Inovasi dan kreativitas mutlak dibutuhkan dalam mengajak warga masyarakat menyadari dan memahami pentingnya pemilahan sampah. Volume timbulan sampah bisa dikurangi secara signifikan jika dipilah sejak dari sumbernya. Setelah dipilah, sampah organik dan non organik akan dapat diolah dengan mudah serta mendatangkan manfaat yang besar. Sedangkan proses penanganan residu di TPA akan lebih meringankan.

MyDarling adalah julukan (nickname) yang diberikan kepada ibu Yenny Mulyani Rondonuwu-Hidayat. Bu Yenny adalah motor penggerak utama Bank Sampah MyDarling yang bertempat di J;. Sultan Agung, Pasar Manggis, Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan. MyDarling sendiri merupakan singkatan dari Masyarakat Sadar Lingkungan.

MyDarling sangat piawai dan kreatif memanfaatkan berbagai jenis sampah plastik dan kertas menjadi barang-barang yang bermanfaat. Berbagai produk kreatif beliau sering ditayangkan di media sosial Facebook dalam akun BankSampah MyDarling. Botol-botol plastik berubah menjadi lampion, vas bunga, rak koran dan bahkan menjadi pelapis pintu rumah untuk melindungi dari tampiasan air hujan. Gelas-gelas plastik menjadi tas belanja dan tas pesta yang modis. Kertas koran menjadi berbagai bentuk yang luar biasa.

Garbagepreneur Berjumpa Rajaneresik, Minggu, 22 Februari 2015
Bu Yenny banyak memberikan pelatihan dan motivasi ke berbagai komunitas yang datang atau mengundang beliau. Semangat dan keinginan kuat MyDarling selalu tercermin dalam karya-karya kreatifnya. Banyaknya ‘like’ di setiap posting foto status Facebook menunjukkan banyaknya penggemar kreativitas MyDarling.

Pagi itu, Sabtu, 14 Februari 2015, Garbagepreneur menyambangi kediaman MyDarling. Kegembiraan terpancar di wajahnya saat menyambut Garbagepreneur, yang beliau juluki sebagai ‘Orang Gila dari Depok’! Berbagi cerita pagi itu sungguh sangat inspiratif. Kami saling memberi semangat untuk terus berkarya dan mengatasi berbagai hambatan secara ceria. Tetap semangat dan semakin kreatif MyDarling!

Jika sebagian besar Bank Sampah memulai gerakannya dengan menangani sampah non organik, maka Bapak Heru Santoso, SE, MM, Sang Rajaneresik justru memulai proses perubahan mindset dan perilaku dengan menangani sampah Organik. Gelar Rajaneresik berasal dari Bahasa Jawa yang berarti Rajanya Bersih. Sang Rajanesik membuat tabung ajaib yang dapat secara praktis mengolah sampah organik menjadi pupuk cair. Pupuk cair produksi Sang Rajaneresik memiliki kemampuan luar biasa dalam menyuburkan tanaman. Dapat digunakan sebagai nutrisi pertanian konvensional maupun hidroponik.

Rajaneresik juga telah membagi ilmunya ke barbagai kalangan dan komunitas yang datang maupun mengundang beliau dalam berbagai kesempatan. Rajaneresik juga rajin memposting foto-foto aktivitasnya di media sosial Facebook dengan akun Heru Santoso.

Dari kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Rajaneresik menginspirasi ratusan bahkan mungkin ribuan orang. Berbagai testimoni dari para pengguna tabung ajaib temuan Rajaneresik dapat dibaca di halaman Facebooknya. Ditegaskan juga oleh Rajaneresik, bahwa penggunaan tabung ajaib untuk mengolah sampah organik akan lebih mudah jika sampah telah dipilah sejak dari awal, sehingga tidak memerlukan waktu dan tenaga untuk memilah dan membersihkan sampah tersebut.

Minggu, 22 Februari 2015, di tengah peringatan Hari Peduli Sampah 2015 tingkat Kota Tangerang Selatan, Garbagepreneur berkesempatan berjumpa dan berbincang seru dengan Rajaneresik. Beberapa pengalaman sempat kami tukar. Semangat semakin bertambah dengan pertemuan ini.

Selain MyDarling dan Rajaneresik, Garbagpreneur juga berkomunikasi dengan banyak aktivis walaupun baru dalam ranah dunia maya. Beberapa grup Whatsapp aktivis juga diikuti oleh Garbagepreneur. Garbagepreneur berharap perkenalan ini semakin meluas dan suatu saat menjadi kolaborasi yang bermanfaat nyata memberikan solusi persampahan di negeri kita.

Baron Noorwendo
WA: 081294742033