Monday, March 2, 2015

Kunjungan SDI Asih Auladi ke Bank Sampah WPL

#sampahjadikeren

Rabu, 18 Februari 2015, Sebanyak 22 siswa dan siswi SDI Asih Auladi ditemani oleh lima orang guru mengadakan kunjungan belajar ke Bank Sampah WPL. Rombongan sekolah dasar yang berlokasi di bilangan Kecamatan Sukajaya tersebut bermaksud memberikan wawasan dan pemahaman tentang pentingnya mengelola sampah terhadap kelestarian lingkungan hidup. Menanamkan pemahaman tentang urgensi upaya mengurangi volume timbulan sampah kepada anak-anak sejak dini akan sangat berguna dalam membangun perilaku sadar lingkungan. Karena merekalah generasi penerus yang akan meneruskan estafet gaya hidup 3R di masa depan.

1. Belajar cara memilah sampah


Kepada semua disampaikan bagaimana memperlakukan sampah dengan benar dan menyenangkan sejak awal. Alat-alat sederhana yang dapat digunakan dalam memilah sampah dan tips-tips menyimpan sampah pilahan sehingga tidak menimbulkan bau dan serta menghambat proses pembusukan juga diajarkan.

2. Mengenal jenis-jenis sampah

Untuk mempermudah proses penanganan sampah selanjutnya, maka sampah dibagi menjadi 3 jenis, yakni sampah organik, non organik dan residu. Pengunjung diberikan penjelasan perbedaan antara ketiga jenis sampah tersebut serta tata cara menanganinya. Juga disampaikan tentang langkah penanganan selanjutnya.

3. Mengenal Bank Sampah

Salah satu alternatif menyalurkan sampah non organik yang sudah dipilah adalah dengan menabung di Bank Sampah. Dalam kesempatan ini para siswa mendapatkan penjelasan alur proses kerja Bank Sampah.

4.    Praktek menabung sampah

Setelah mendapatkan bekal informasi tentang proses kerja Bank Sampah, para siswa yang sudah membawa sampah non organik dari rumah masing-masing selanjutnya langsung praktek menabung sampah. Mulai dari proses penerimaan, menimbang, mencatat di buku besar, mencatat di buku tabungan nasabah dan perhitungan nilai tabungan.

5.    Belajar membuat kerajinan dari sampah plastik kemasan

Sebagai penyemangat, para siswa kemudian menyaksikan demo pembuatan kerajinan sederhana yang dibuat dari plastik kemasan bekas kopi (saset kopi). Demo ini ditunjukkan oleh ibu Susinarsih, salah satu pengrajin pembuat kerajinan di Bank Sampah WPL.

Dengan kunjungan belajar seperti ini, setiap siswa dapat melihat secara langsung bagaimana seharusnya sampah atau barang bekas diperlakukan sejak awal. Jika sampah diperlakukan dengan benar, maka sampah dapat digunakan sebagai bahan baku. Setelah menjadi bahan baku, tentunya akan mudah dimanfaatkan untuk proses selanjutnya.

Perubahan pola pikir dan perilaku harus dilakukan secara terus menerus. Menanamkan hal ini kepada generasi muda merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama. Semakin sering interaksi ini dilakukan, tentu akan semakin baik. Juga akan semakin banyak anak-anak yang terlibat langsung dalam proses pemilahan sampah di lingkungan sekolah dan rumah mereka masing-masing. Melalui pengalaman langsung, proses memilah sampah, menabung dan memanfaatkannya secara kreatif, diharapkan akan memicu keinginan untuk mewujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada cara merubah perilaku secara instan melainkan harus melalui proses bertahap dan berkesinambungan.

Kami sangat gembira dapat berbagi pengalaman melalui kunjungan belajar seperti ini.  Kami juga sangat terbuka kepada siapa saja yang ingin berkunjung dan belajar ke Bank Sampah WPL. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Bank Sampah WPL via HP atau Whatsapp 081294742033 atau dapat juga mentaut twitter kami di @BankSampahWPL.

Bank Sampah WPL
Jl. Makam/Mahakam, Kp Pitara RT 01 RW 13.
Pancoran Mas, Kota Depok 16436