Monday, July 6, 2015

Bank Sampah WPL Siaran Langsung di Program Good Morning Indonesia, MNC News


Sabtu, 4 Juli 2015, jam 8.30-9.00 WIB, Bank Sampah WPL berkesempatan berbagi kisah dan inspirasi kepada pemirsa MNC News.

  Studio Blue System MNC News

Dipandu oleh Mas Ajat dan mbak Shema, kami diminta untuk berbagi kisah tentang perjalanan Bank Sampah WPL sejak dari latar belakang, proses pembentukan, proses pelibatan masyarakat hingga perkembangannya saat ini. Khusus di akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu, Good Morning Indonesia menampilkan figur-figur inspiratif dari berbagai bidang. Khusus di hari Sabtu, 4 Juli 2015, inspirasi berkaitan dengan upaya pemberdayaan lingkungan melalui melalui pengelolaan sampah dan pengembangan potensi kreatif para ibu rumah tangga.
Bank Sampah WPL adalah bank sampah yang mengurus manusia, bukan mengurus sampah. Demikian ungkapan pendapat beberapa pihak yang pernah berkunjung ke markas Komunitas WPL. Ya, Bank Sampah WPL menjadikan edukasi perubahan perilaku masyarakat sebagai fokus utama programnya.
Bank Sampah WPL dibentuk sebagai sarana pemberdayaan para ibu rumah tangga di Kampung Pitara RT 01 RW 13, Pancoran Mas, Depok. Sebelum terbentuknya, Baron Noorwendo dan Sri Wulan Wibiyanti sebagai penggerak telah mencoba beberapa program sejak tahun 2003. Perjuangan tersebut kemudian menemukan bentuknya di tahun 2009 dengan program pembuatan kerajinan  berbahan baku sampah plastik kemasan.
Edukasi perubahan  perilaku dan pemberdayaan ekonomi kreatif merupakan ciri khas program Bank Sampah WPL. Dalam setiap kesempatan, Bank Sampah WPL selalu berusaha menyampaikan urgensi perubahan perilaku dalam mengatasi masalah sampah. Karena setiap orang menghasilkan sampah, maka semua orang juga harus memikul tanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya. Jalan menuju perubahan perilaku merupakan jalan yang tak berujung. Tetapi akan sangat menarik dan menyenangkan jika jalan tersebut dapat didesain dan direncanakan secara kreatif. Bank Sampah WPL menerjemahkan konsep tersebut dengan membangun beberapa program yang dapat diikuti oleh masyarakat sehingga mereka dapat merasakan secara langsung Siklus Manfaat Sampah.
Siklus Manfaat Sampah dapat dirasakan dalam berbagai bentuk dan dalam waktu relatif singkat. Dampak dari terbangunnya siklus ini adalah semakin besarny animo masyarakat untuk memilah sampah sejak dari  awal. Juga tidak kalah penting adalahnya terbangunnya kebanggaan terlibat dalam program sederhana yang bermanfaat langsung terhadap lingkungan dan pemberdayaan potensi lokal.
Mas Ajat dan mbak Shema di samping mengeksplor motivasi pembentukan Bank Sampah WPL, juga menanyakan kendala-kendala yang dihadapi selama mengembangkan program-program Bank Sampah WPL. Kendala program berbasis masyarakat adalah kesempatan untuk melakukan edukasi dan komunikasi secara  terus-menerus dengan semua lapisan masyarakat. Salah satu cara yang kami gunakan adalah dengan menawarkan program-program tepat sasaran. Di antara program tepat sasaran yang ditawarkan Bank Sampah WPL adalah pembuatan kerajinan berbahan baku sampah, tabungan sampah, hibah sampah, kredit mikro dari sampah dan pusat pelatihan.
Sentra produksi kerajinan kami siap bekerja sama dengan siapa saja yang sudah memilah sampah plastik kemasan. Kami dapat membuat berbagai bentuk kerajinan sesuai permintaan dengan bahan baku yang disupai oleh mitra. Produk-produk kerajinan tersbut kemudian juga dapat dijadikan sebagai sarana ‘branding’ oleh perusahaan atau lembaga yang menjadi mitra kami.
Bagi kalangan menengah ke atas yang semangat memilah sampah, kami menawarkan program Hibah Barang Bekas (Hi Brankas..!). Bagi para pedagang kecil, kami dapat memberikan pinjaman modal tanpa bunga dengan kompensasi hanya kesediaan mereka menjadi nasabah bank sampah. Pusat pelatihan kami siapkan bagi siapa saja yang berminat untuk membangun kewirausahaan sampah.
Di depan studio MNC News

Semoga dengan tayangnya kami di program Good Morning Indonesia, MNC News, program kami dapat lebih dikenal dan dapat lebih bermanfaat.
Depok, 6 Juli 2015.